BITUNG | KABARSULUT.ONLINE. — “Pelatih Kompeten, Regenerasi Kuat, Kolintang Maju dan Mendunia” menjadi tema **Workshop Peningkatan Kapasitas Pelatih Kolintang Tahun 2026** yang berlangsung selama dua hari, 25–26 September 2026, di Aula SMP Negeri 1 Bitung.
Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi para pelatih dan pegiat kolintang untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam mengembangkan musik kolintang, baik dari sisi teknik permainan maupun kreativitas dalam aransemen musik.
Workshop menghadirkan empat narasumber profesional, yakni **Ari Kainage, S.Pd., S.Th., Alpion Takalawengen, S.Pd., Ir. Ludovicus Wulur, dan Stave Tuaidan, S.T.** Keempat narasumber membagikan pengetahuan, pengalaman, serta wawasan mengenai perkembangan musik kolintang kepada para peserta.
Tidak hanya mendapatkan materi secara teori, peserta juga mengikuti pembelajaran praktik. Materi yang diberikan mencakup perkembangan musik kolintang, teknik menulis lagu, pembuatan notasi, hingga praktik memainkan lagu menggunakan instrumen kolintang.
Salah satu materi praktik diberikan oleh **Stave Tuaidan**, yang dikenal sebagai salah satu maestro kolintang nasional. Ia menjelaskan bahwa peserta mendapatkan kesempatan mempelajari berbagai aspek penting dalam memainkan dan mengaransemen lagu.
“Praktek memainkan lagu ini mulai dari membuat intro lagu yang menarik, penggunaan akor penghubung serta aransemen dalam lomba,” ujar Stave Tuaidan.
Dalam kesempatan tersebut, Stave juga membagikan pengalamannya saat membawa musik kolintang tampil di berbagai negara, di antaranya **Rusia, Jepang, Italia, dan Senegal**.
Menurutnya, musik kolintang mendapat sambutan positif dari masyarakat internasional. Ia menceritakan bahwa penonton di sejumlah negara tidak hanya memberikan tepuk tangan, tetapi juga ikut bernyanyi dan berjoget ketika menyaksikan pertunjukan kolintang.
“Di negara-negara tersebut orang di sana sangat terpukau dan mengapresiasi kolintang. Bukan hanya bertepuk tangan, malahan mereka ikut bernyanyi dan berjoget riang,” ujar Stave.
Pada sesi praktik, **tim kolintang SMP Negeri 1 Bitung** mendapatkan kesempatan untuk tampil sekaligus memperoleh penilaian dan evaluasi dari narasumber. Sesi tersebut menjadi bagian penting dalam workshop karena peserta tidak hanya memperoleh materi, tetapi juga mendapatkan masukan langsung untuk meningkatkan kualitas permainan dan aransemen.
Kegiatan ini juga mendapat apresiasi dari komunitas kolintang. **Sanggar Wanderan** yang turut menjadi bagian dari peserta kegiatan menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut.
Manager Sanggar Wanderan, **Merry Rorong**, mengaku senang karena sanggar mereka mendapat kesempatan untuk mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas tersebut.
“Saya senang karena sanggar kolintang kami diundang dalam kegiatan ini. Kami berharap semakin banyak iven kolintang yang dibuat di Kota Bitung,” ujar Merry Rorong.
Antusiasme juga disampaikan oleh **Grivin Bastian**, salah satu utusan pelatih kolintang dari Kecamatan Lembeh Utara. Menurutnya, kegiatan seperti ini memberikan manfaat bagi para pelatih dalam memahami perkembangan musik kolintang, sekaligus membuka wawasan mengenai perkembangan kolintang di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap ada keberlanjutan dari kegiatan workshop ini sehingga kami semakin paham akan perkembangan kolintang di Indonesia dan dunia,” ujar Grivin.
Workshop Peningkatan Kapasitas Pelatih Kolintang 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan semata, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelatih, meningkatkan kualitas pembinaan, serta mendorong regenerasi pemain kolintang di Kota Bitung dan Sulawesi Utara.
Dengan semakin banyak pelatih yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan aransemen yang baik, musik kolintang diharapkan terus berkembang, semakin dikenal generasi muda, serta mampu tampil dan mendapatkan apresiasi di tingkat nasional maupun internasional.
(Rey)
Tags:
Pendidikan


