BITUNG | KABARSULUT.ONLINE - Upaya memperkenalkan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) kepada masyarakat terus dilakukan oleh Agen Pemulihan (AP) IBM Manatas. Kali ini, sosialisasi dilakukan di tengah Ibadah Fellowship GBI Rayon Barat yang dirangkaikan dengan perayaan HUT Sinode Gereja Bethel Indonesia (GBI) ke-56, Selasa (6/10/2026) pukul 18.00 WITA.
Kegiatan yang berlangsung di GBI Gloria Manembo-Nembo Atas tersebut menjadi momentum bagi AP IBM Manatas untuk menyampaikan informasi singkat mengenai IBM kepada para gembala dan jemaat yang hadir.
Sosialisasi disampaikan oleh Roy Kaehes, Pala Lingkungan 4 sekaligus salah satu anggota AP IBM Manatas. Dalam penyampaiannya, Roy memperkenalkan secara singkat keberadaan IBM serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung upaya pencegahan dan pemulihan terkait penyalahgunaan narkotika.
Kehadiran AP IBM Manatas dalam kegiatan fellowship tersebut menunjukkan bahwa edukasi mengenai program IBM tidak hanya dilakukan melalui pertemuan di lingkungan masyarakat, tetapi juga mulai menjangkau lingkungan gereja dan komunitas keagamaan.
Gereja dinilai menjadi salah satu ruang strategis untuk membangun kepedulian bersama, khususnya dalam memperkuat keluarga dan lingkungan agar memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pencegahan penyalahgunaan narkotika serta pentingnya mendukung proses pemulihan.
Sosialisasi singkat tersebut kemudian berkembang menjadi dialog. Sejumlah gembala dan jemaat yang hadir menyampaikan pertanyaan mengenai IBM, termasuk mengenai peran masyarakat dalam mendukung program pemulihan.
Koordinator AP IBM Manatas, Julianus B. Patinggi, turut mengambil kesempatan untuk memberikan jawaban dan penjelasan atas pertanyaan yang disampaikan.
Julianus menjelaskan bahwa keberhasilan program IBM tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat. Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung proses pemulihan dan mencegah munculnya persoalan penyalahgunaan narkotika.
Ia juga menekankan bahwa pendekatan pemulihan membutuhkan kepedulian bersama sehingga seseorang yang sedang menjalani proses pemulihan tidak semakin terpinggirkan oleh stigma.
Momentum Fellowship GBI Rayon Barat sekaligus perayaan HUT Sinode GBI ke-56 tersebut pun menjadi ruang perjumpaan yang dimanfaatkan AP IBM Manatas untuk memperluas edukasi.
Bagi AP IBM Manatas, sosialisasi di lingkungan gereja merupakan bagian dari upaya membawa informasi IBM semakin dekat dengan masyarakat, termasuk melalui komunitas-komunitas yang memiliki perhatian terhadap kehidupan keluarga dan sosial.
Langkah tersebut diharapkan dapat membuat semakin banyak masyarakat mengenal IBM, memahami peran Agen Pemulihan, serta mengetahui bahwa upaya pemulihan membutuhkan dukungan berbagai unsur di tengah masyarakat.
Dari lingkungan masyarakat hingga ruang gereja, AP IBM Manatas terus bergerak memperluas edukasi dan membangun kepedulian bersama untuk mendukung pemulihan berbasis masyarakat.(Samuel)


