BITUNG | KABARSULUT.ONLINE. Ketua LP-KPK Komisi Cabang Kota Bitung, Welfrits Jacobus, S.Sos., turun langsung menindaklanjuti laporan masyarakat terkait pembangunan Koperasi Merah Putih di Gudang Woka, Pulau Lembeh, Kecamatan Lembeh Utara, Kota Bitung, Rabu pagi, 2 September 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang berkembang di tengah masyarakat sekaligus melihat langsung kondisi pembangunan di lokasi. Salah satu isu yang mencuat menyebut adanya tokoh agama yang keberatan dengan pembangunan koperasi karena lokasinya berada di samping gereja yang dipimpinnya.
Namun, setelah berkoordinasi langsung dengan tokoh agama tersebut, Welfrits mendapatkan penjelasan bahwa tidak ada penolakan terhadap pembangunan Koperasi Merah Putih. Justru, masyarakat Gunung Woka menyambut baik kehadiran koperasi tersebut.
“Setelah kami berkoordinasi langsung dengan beliau, ternyata tidak benar kalau masyarakat atau tokoh agama menolak pembangunan Koperasi Merah Putih. Justru mereka menyambut baik kehadiran koperasi ini. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana mengantisipasi kondisi ketika terjadi hujan,” ujar Welfrits.
Menurut Welfrits, kekhawatiran tersebut jangan terlalu berlebihan mengingat kondisi tekstur tanah di kawasan Gunung Woka adalah tanah Merah yg kita tahu bersama tanah ini sangat kuat dan lengket serta padat sehingga tidak mudah terjadi longsor namun Penting untuk di antisipasi tutur Jacobus.
Karena itu, pihaknya bersama pekerja, pemerintah kelurahan, Babinsa dan penanggung jawab proyek membahas sejumlah langkah pencegahan untuk mengantisipasi dampak air hujan.
“Bagian dinding yang menempel dengan tanah akan diperkuat dan nantinya akan dibuat saluran air. Ini merupakan langkah pencegahan agar pembangunan tetap aman dan masyarakat di sekitar lokasi juga merasa nyaman,” jelasnya.
Welfrits menegaskan, kunjungan LP-KPK tersebut merupakan bagian dari upaya menindaklanjuti informasi masyarakat secara langsung sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman.
“Prinsipnya, kami ingin memastikan pembangunan berjalan dengan baik, tetapi aspek keamanan dan kekhawatiran masyarakat juga harus diperhatikan. Semua kita komunikasikan secara terbuka dan mencari solusi bersama,” tegasnya.
Pertemuan dan koordinasi di lokasi berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan. Komunikasi antara pihak-pihak terkait bahkan diwarnai tawa dan canda, mencerminkan adanya keterbukaan dalam membahas persoalan pembangunan tersebut.
Dengan adanya langkah pencegahan dan koordinasi bersama, pembangunan Koperasi Merah Putih di Gunung Woka diharapkan dapat terus berjalan dengan memperhatikan keamanan konstruksi, kondisi lingkungan, serta kepentingan masyarakat setempat. (AK)


